Friday, May 26, 2017

MELBOURNE 4: City of Melbourne

Assalamualaikum, 

Melanjutkan cerita kami ketika berlibur ke Melbourne beberapa bulan yang lalu, kali ini saya akan lebih bercerita tentang kota Melbourne nya sendiri. Kota klasik dengan bangunan-bangunan kuno yang indah seperti di Eropa (belum pernah ke Eropa sih, tapi kayanya bener koq). Selain itu, Melbourne juga terkenal dengan gang-gang yang dipenuhi mural sebagai street art nya. Well, I will try to review one by one about Melbourne ya.



Hotel
Kami menginap di DoubleTree by Hilton Hotel, Flinders Street. Kenapa? Karena saya sudah pernah menginap di hotel ini di Jakarta dan saya yakin at least standard pelayannya sama seperti di Jakarta meskipun fasilitasnya tidak selengkap di Jakarta. Selain itu rate per malamnya yang menurut saya masih reasonable sekitar Rp 1,8juta/ malam dengan lokasi yang sangat strategis yaitu di Flinders Street, dekat sekali dengan Flinders Station dan pusat kota Melbourne. Oh iya, kenapa saya lebih memilih hotel ketimbang apartment dari airbnb? Soalnya menurut cerita teman-teman saya yang memakai airbnb, kita sebagai penyewa harus bertanggung jawab sendiri atas kerapihan dan kebersihan apartment yang kita sewa. Nah saya kepikiran kan ya, saya traveling dengan anak-anak yang sudah bisa dipastikan kamar akan sering berantakan. Kayanya beban traveling saya sudah lumayan berat dengan bawa suami dan 2 anak, jadi janganlah nambah-nambahin beban traveling dengan harus rajin beberes. Pengennya tuh ninggalin kamar dalam keadaaan berantakan, lalu jalan-jalan, pas pulang sudah rapih lagi lah kamar tuuu.. Nah kalau saya stay di apartment, yang ada pusing karena kamar gak beres-beres kan. Jadi yasudah, saya pilih untuk nginep di hotel saja karena toh harganya juga 11-12 koq dengan apartment. Nah foto-foto hotelnya saya dapat dari Google ya, soalnya sama sekali gak kepikiran untuk foto-fotoin hotel lagipula lensa saya sangat tidak memungkinkan untuk memotret landscape apalagi kamar hotel yang segitu gitunya. Saya pilih kamar yang twin bed supaya kedua tempat tidur bisa saya rapatkan jadi tempat tidur yang ukurannya lebih besar dari queen bed. I'm so satisfied with this hotel and hopefully bisa kembali lagi kesana kalau ada rejeki. 

Transportation
Salah satu benefit menginap di Flinder adalah karena lokasi kami dikelilingi oleh Free Tram Zone. Untuk detail route nya bisa klik disini nih. Dengan free tram zone ini, kemarin saya sempat jalan-jalan ke beberapa tempat diantaranya Bourke Street (ini mirip Orchard Rd Singapore), QV (mal buat nongki nongki), DFO South Wharf, trus lupa apa lagi. Dan sekitaran hotel banyak tempat belanja juga, baik itu supermarket atau snack-snack lucu. Selain tram, kalau udah capek kami juga naik Uber dan taxi biasa, lumayan mahal sih.. sekali trip yang deket aja bisa 40-50 dollar an. Kalau dipikir-pikir, 500ribu buat naik taksi segini doang, tapi yasudah nikmatin ajaahh.. daripada rempess.. 

Flinder Street and Bourke Street
Jadi sekitaran Flinder ini tuh daerah ruammee bener. Banyak pertokoan, bangunan bangunan yang instagramable banget, tram lalu lalang. Seneng sih, jadi mau jajan gampang. Oh iya kalau ke Melbourne harus banget ke supermarketnya ya, waktu itu saya ke Coles. Seneng banget disana banyak bumbu-bumbu dapur bubuk murah-murah banget, susu murah, buaahhhh murah.. hwaahhh kalaappp.. andai itu buah-buahan bisa dibawa ke Jakarta. Nah didaerah Flinder ini juga ada satu gang gitu, yang temboknya full mural. Jadi dari pada harus ke Fitztroy lagi nyari mural, di flinders juga ada. Bourke Street juga menyenangkan, banyak pertokoan branded dan street performer. Oh selain banyak street performer, somehow di trotoar juga saya sempat beberapa kali lihat homeless man yang tidur dijalanan, mungkin di Melbourne gak ada kamtib. 


Accessible Park
Salah satu hal yang saya cinta banget sama Melbourne adalah taman dimana mana, dan tidak ada tulisan "dilarang menginjak rumput" disitu. Anak-anak bebas lari-lari ditaman dengan cuaca yang sangat sejuk, udara bersih.. ahhh.. seneng banget pokonya. Duduk-duduk dirumput juga gak ada yang ngusir, plus rumputnya bersih.. gak ada bunga pasirnya, if you know what I mean..hahaha.. Dibawah ini salah satu taman yang kami lewati ketika mau ke DFO di South Wharf. Anak-anak happy banget lari-larian disini, dan dede Apel bisa lari-lari tanpa rambutnya berubah lepek alias gak keringetan, hahaha..

Wifi
Gak perlu khawatir kalau gak sempet beli sim card Melbourne, karena didaerah city (Victoria) ada free wifi dimana mana. Saya juga selama disana hanya mengandalkan wifi Victoria dan hotel saja. Alhamdulillah tetap bisa connect dimana pun. 

Brighton Beach
Satu lagi tempat yang wajib dikunjungi ketika traveling ke Melbourne ialah Brighton Beach. Well, Brighton Beach terkenal karena bath boxes warna warninya yang lucu photogenic banget. Dan kayanya untuk penduduk lokal sana, investasi bath box ini lumayan menjanjikan. Gimana ngga, 1 bath box ini konon katanya harganya mencapai 2 miliar rupiah! ckckckck.. padahal cuma begitu doangan ya, rumah eike aja gak nyampe segitu, hahaha. Untuk pantainya sendiri sih biasa aja, gak yang indah-indah banget. Warna airnya kaya di ancol, bukan yang biruuu gitu. Pasirnya lumayan bersih sih, tapi sakit banget bokk kalo diinjek tanpa sepatu, pedihh.. Kebetulan pas sampai di Brighton, anak-anak tidur dimobil Kara.. jadi yang turun cuma Amam dan Apap aja deh. Ada bagusnya juga sih anak-anak gak turun, Amam gak siap menjawab pertanyaan, "Mam itu koq perempuan gak pake baju Mam? Mam itu koq tengkurep di pasir gak pake celana Mam? Mam itu koq pake baju dalem aja Mam?" dan seterusnya dan seterusnya. Karena memang begitu lah sejauh mata memandang. And how to get there? Alhamdulillah kami diantar Kara naik mobil, jazakumullah khoiron katsiro Karaaa.. kalau public transportationnya saya kurang tau, paling taksi.. hehe.. 



No comments:

Post a Comment