Thursday, March 23, 2017

MELBOURNE 2: Fly with AirAsia X

Assalamualaikum,

Waktu merencanakan ke Melbourne ini, saya gak terlalu sulit menentukan pilihan penerbangan sih. Memang penerbangan ke Melbourne itu banyak, tapi berhubung saya pergi berempat, tetap saja pilihnya harus yang paling murah diantara semuanya. Yaudah, langsung saja lah buka aplikasi AirAsia dari handphone dan mulai cari-cari flight to Melbourne. Memang gak ada direct flight, hampir semuanya transit dulu di Kuala Lumpur. Tapi gak masalah sih, jadi bisa skalian jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Jadi penerbangannya Jakarta - KL, lanjut KL - Melbourne.



Kami berangkat tanggal 10 Maret pukul 11.30 dari Bandara Soekarno Hatta. Seperti biasa kalau terbang dengan AirAsia gak perlu check in lagi karena sudah check in online sebelumnya. Oh iya, saya juga udah sekalian pre-book meal dan seat untuk perjalanan panjang kami ini. Enaknya pre-book meal, kita bisa memesan menu yang biasanya tidak disediakan on board. Trus, kan terbang ke KL nya siang ya, pasti anak-anak laper kan, dan pre book meal selalu dilayani duluan, jadi anak-anak gak cranky deh nunggu makanan. Karena kami sudah check in dan sudah pegang boarding pass masing-masing, jadi tinggal drop baggage saja. Ke Melbourne saya membawa 2 koper besar dan 1 koper cabin size. Sebenarnya itu koper nya juga gak terisi penuh sih, sengaja supaya leluasa belanjanya... (eh?). Selain itu kami juga bawa 2 stroller, yeayy gak ketinggalan.. kalau ketinggalan lagi mah amsyong deh.. Soal stroller, sempat galau sih mau bawa stroller apa. Awalnya sudah yakin kalau mau bawa stroller yang ringkes aja, yang memang biasa kami bawa traveling. Tapi begitu baca artikelnya dan setelah ngobrol juga sama Ka Fifi tentang Melbourne, ka Fifi merekomendasikan saya untuk bawa stroller beroda besar. Karena disana rata-rata menggunakan stroller roda besar, tramnya pun selevel dengan jalanan jadi mudah naik dan turunnya. Pas saya sampaikan hal ini ke suami, beliau pun mengerutkan dahi. Hah? yakin mau bawa stroller yang ini? (Quinny Moodd), "buat ke Mal aja kita ribet apalagi traveling.. coba dipikir lagi". Akhirnya saya konsul juga deh sama Kara yang memang stay disana, Kara malah nawarin untuk pinjem stroller dia aja karena stok stroller dirumahnya banyak, dan dia gak rekomen untuk bawa si Quinny ke Melb. Yoweis, singkat kata si Quinny gak jadi dibawa (padahal udah dicuci, dibersihin) dan akhirnya bawa coco latte icoupe sama stroller ntah merk apa yang waktu itu saya beli di Singapore.


Persiapan traveling sama anak-anak kali ini lebih santai. Gak seperti traveling-travelng sebelumnya yang kayanya hampir selemari berikut printilannya harus dibawa during the trip, sekarang lebih nyantai "kalo emang ada yang ketinggalan atau kurang, beli aja lah disana" asal jangan sampe passport ya yang ketinggalan. Contohnya susu, biasanya saya selalu bawa stok susu UHT untuk traveling, tapi sekarang ngga karena tau Australi mah pusat persusuan, jadi mending beil disana aja. Untuk dipesawat pun saya gak begitu mempersiapkan berbagai macam cemilan endebrey endebrey. Karena sudah memperkirakan kalau long flightnya kan malam, pasti anak-anak tidur selama perjalanan. Kalau ke KL nya sih sudah pre book meal di AirAsia, jadi aman lah gak akan kelaperan.

Flight dari Jakarta ke KL went smooth, yang saya suka kalau naik AirAsia tuh somehow proses take off dan landingnya smooth banget. Rasaan dulu dulu kalau naik pesawat selalu shaky pas landingnya, apa bujur beuki ngagedean nya? makanya asa empuk-empuk aja.. hmmm.. Anyway, karena next flight to Melbourne masih lamaa.. which is masih jam 22.30 malam so we decided to stay at the nearest hotel untuk rebahan, mandi dan ganti baju. We stayed at Sama Sama Hotel yang amazingly baguuss hotelnya. Actually leboh dekatnya ke KLIA 1 sih dibanding KLIA 2, abis hotel yang dekat KLIA 2 rata-rata transit hotel yang bener-bener buat transit doang. We need more space kalau sama anak-anak, kalau kamarnya sempit bisa pusing amamnya liat anak-anak muterrr gak bisa diem. Kamar si Sama Sama super nyaman dan rasanya sayang banget ditidurin cuma sebentar karena jam 19.30 kami sudah harus ke KLIA 2 lagi untuk check in lagi.. berhubung kami flightnya connecting, jadi tetap harus check in dan drop baggage lagi. Proses check in dan drop baggage gak lama sih, tapi kami memang spare some times for dinner dan untuk jalan ke gate. Bokkk KLIA 2 tuh guedeeee banget.. jadi dari check in the gate tuh jalannya bisa 45 menit sendiri.. jauhhh.. tapi memang dalemnya super lengkap sih, hampir kaya mal.. segala ada.. cuman ya itu, andai ada ojek buat ke gate.. pake ojek aja deh.


Anak-anak udah tepar pas nunggu.. jadi pada saat boarding dan masuk pesawat, mereka udah tidur.. It was our very first time terbang dengan AirAsiaX dan ternyata beyond our expectation. Jadi gini, di AirAsiaX itu ada beberapa tipe seat, ada flat bed dipaling depan yang of course seat nya bisa di recline sampai flat tiduran, kemudian ada quite zone.. Nah quite zone ini zona bebas bocah, heuhehe.. cocok nih buat yang biasanya suka keganggu dengan tangisan anak kecil ketika di pesawat, zona ini sunyi sepi bebas dari huru hara. Lalu selanjutnya ada hot seat, hot seat ini biasanya seat paling depan atau dekat emergency exit. Jadi ruang kakinya lebih luas dan ruang geraknya pun lebih leluasa. Nah saya kemarin tidak ambil salah satu dari 3 pilihan seat diatas, karena FYI semuanya ada biaya tambahan diluar harga tiket ya pak buuu.. Tapi ternyata regular seat nya pun nyaman dengan ruang kaki yang gak se sempit itu. Malah biasa aja koq, seperti pesawat lainnya. Tadinya kan saya pikir karena AirAsia, kirain akan lebih sempit ya.. ternyata ngga, lega lega aja, kursinya pun nyaman, alhamdulillah. Anak-anak yang udah pada tidur langsung didudukin di kursi masing-masing lalu dipasangkan seatbelt, and the journey begin.

Perjalanan dari KL ke Melbourne ditempuh dalam waktu kurang lebih 7 jam, dan alhamdulillah saya baru bangun ketika perjalanan sudah tinggal 1,5 jam lagi.. hahaha.. begitu pun anak-anak. Enak banget lah flight malem gitu, ditinggal tidur aja..bangun-bangun sudah mau sampai. Excitement mulai terasa mengingat perjalanan ini benar-benar baru untuk kami. Ke negara yang sama sekali belum pernah kami datangi. Oh iya ada sedikit insiden sih pas mau landing, celana Kenza basah kena pipis. Parahnya semua koper saya masukkan ke bagasi, jadi gak ada gantinya buat anak-anak. Yang biasanya panik soal beginian, sekarang sih nyantai aja sambil kasih pengertian ke Kenza kalau baju gantinya baru ada once we landed at Melbourne, jadi Kenza bersabar ya. Alhamdulillah walaupun agak bete, dia pun ngerti dan bersabar. Kapten pesawat sudah kasih aba-aba bahwa akan mendarat sebentar lagi, and yup! we landed at Tullamarine Airport, Melbourne Australia! woohooooo.. kami tiba didaratan para bule yang bahasanya Inggris dengan aksen khas. Proses di imigrasi alhamdulillah lancar dan kayanya baru pertama kali deh saya disambut hangat oleh petugas imigrasi bandara. Petugas imigrasinya menyambut dengan senyum, lalu sempat menyapa anak-anak. Jarang-jarang kan yaa begitu, biasanya kalau berhadapan dengan imigrasi bawaannya tegang. Sampai saat ini, Kenza mukanya masih bete nih karena dia gak pede celananya basah. Jadi saya cepat-cepat ke baggage claim untuk ambil koper dan buru-buru ke nursery room untuk gantiin baju anak-anak. Lalu pas lihat nursery room nya sepi dan kondusif, akhirnya saya langsung mandiin aja lah anak-anak disitu. Setelah mandi dan ganti baju, langsung deh pada happy dan mukanya sumringah. Huwaahh seneng banget deh Amam lihat anak-anak semangat dan senang gitu.

*ini muka sama sekali udah gak enak banget after tidur semaleman di pesawat

Sesudah baggage claim, sebelum keluar bandara kita juga harus melewati proses declaration check. Disini kita harus declare kalau membawa barang-barang yang termasuk dalam declaration list. Seperti susu (untung gak bawa), makanan kering (abon, rendang, kacang2an), dan lain-lain. Untung saya sudah dikasi tahu Kara sih perihal ini, jadi memang gak bawa apa-apa dari Indo. Karena kata Kara kalau declare-declare gitu memakan waktu lama, karena koper kita dibongkar dulu lalala.. Jadi karena saya gak declare apa-apa, langsung lewat aja deh. And yeaayyyy, kami keluar bandara! We're in Melbourneee.. disambut dengan cuaca super adem. I loveee Melbourne already, can't wait for our very first trip here.. Stay tune terus yaa dipostingan Melbourne selanjutnya.. 

No comments:

Post a Comment