Saturday, January 16, 2016

Perawatan Wajah: BAMED Skin Care

Assalamualaikum, 

Memasuki usia yang hampir 30 ini, iya... hampir 30.. hiks.. boleh dibilang tahun ini in syaa Allah terakhir kalinya usia saya berkepala 2, eman emaaann.. haha.. Iya memasuki usia ini, somehow saya makin concern sama kulit khususnya kulit wajah. Hampir 20 tahunan saya gak pernah merawat wajah, tapiii Ibu saya selalu wanti-wanti tiap keluar rumah agar mamakai sunscreen. Kata Ibu, "sayang kan kulitnya kalau kena matahari langsung, nanti hitam-hitam dan susah dihilangkan" that's why sejak SMA saya selalu memakai sunscreen kalau keluar rumah. 

Nah, sudah beberapa bulan ini saya bergaul dengan ibu-ibu pecinta skincare, well antara bahagia dan duka sih kenal sama mereka ini. Bahagia soalnya jadi banyak dapat insight soal merawat wajah dan dikasi banyak rekomendasi produk skincare yang kece-kece. Dukanya karena tiap bulan jadi adaaa aja yang dibeli karena kena racun mereka, hahaha. Nah, salah satu biang racun di grup kami yaitu si ibu disainer hits Restu Anggraini (Etu) kasih rekomendasi tempat perawatan wajah di daerah Dharmawangsa, namanya Bamed Skin Care. Di Bamed terdapat beberapa jenis perawatan yang bisa disesuaikan dengan jenis kulit wajah kita, dan perawatannya pun atas rekomendasi dokter yang memang bertugas disana. Jadilah saya lagi-lagi kena racun berbisa itu, dan langsung daftar ke Bamed. Mengingat kondisi wajah saya tuh kering dan agak kusam, lalu udah coba beberapa merk skincare belum juga membantu melembabkan wajah saya secara signifikan. Itu juga alasan kenapa saya langsung mau coba konsultasi dan melakukan perawatan di Bamed. 
 

Friday, January 15, 2016

Gondongan (Mumps) Pada Anak

Assalamualaikum, 

Sudah hampir 2 minggu Kenza tidak masuk sekolah, Kenza sedang sakit. Awalnya, saya agak bingung dengan symptoms penyakit Kenza ini. Karena symptoms nya sendiri terbilang lama, panjang dan up and down. Jadi diawali dengan suhu badan yang tiba-tiba agak tinggi, Kenza demam kurang lebih 38 delcel. Anehnya, dia masih terlihat ceria dan aktif saja. Tidak ada tanda-tanda lemas atau pusing dan tetap main seperti biasa. Kami pun berangkat liburan 2 hari setelahnya, dan Kenza kondisinya masih baik. Walaupun memang suhu tubuhnya agak demam, tapi saya terus memberinya minum yang banyak serta paracetamol untuk menurunkan suhu tubuhnya. Selama liburan pun gak ada tanda-tanda sakit yang mengkhawatirkan. Hanya saja memang Kenza kadang terlihat lesu dan kurang napsu makan. Saya pikir ya karena kecapean dan perlu istirahat saja yang cukup. Sesudah istirahat, kondisinya normal kembali, aktif dan ceria seperti biasa. Begitu terus sampai kurang lebih seminggu.





Nah, pas hari minggu pagi, ini hari ke 3 setelah kami pulang liburan. Saya agak kaget ketika melihat Kenza dari belakang, koq sepertinya bagian lehernya agak bengkak ya. Tepatnya dibawah telinga kearah leher, dan bengkaknya ada di kanan kiri. Saya yang dari awal Kenza demam masih agak bertanya-tanya, ketika melihat bengkak itu pun mulai agak mendapat pencerahan. Sepertinya ini gondongan, pikir saya. Karena saya dan suami pun sudah pernah terjangkit virus ini, jadi kurang lebih tahu gejalanya. Tapi yang namanya Ibu, tetap saja tidak bisa tinggal diam dan terus bertanya-tanya, apa benar ini gondongan. I need second or maybe third, fourth opinion. Lalu karena saat itu hari Minggu dan dokter langganan juga tidak praktek, jadi harus sabar-sabar sampai esok hari supaya bisa membawa Kenza ke dokter. Sementara itu, saya googling-googling saja sendiri untuk mengetahui lebih jauh mengenai penyakit gondongan pada anak ini. 

Penyakit gondongan pada anak merupakan suatu penyakit menular. Penyakit ini ditularkan oleh virus Paramyxovirus yang menyerang kelenjar yang terletak dia antara rahang dan telinga. Infeksi yang disebabkan oleh virus ini menyebabkan pipi bagian bawah dan leher bagian atas membengkak. (sumber: disini)
Kebanyakan anak bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Gejala awal umumnya deman tinggi disertai sakit kepala, nyeri pada rahang belakang, nyeri otot serta tidak ada nafsu makan. Rahang belakang pun seringkali terasa kaku sehingga anak sulit membuka mulutnya. Gejala awal ini diikuti dengan gejala lanjutan berupa pembengkakan di bawah telinga.
Semakin banyak googling, saya pun semakin tenang karena mbah Google menyediakan berbagai artikel tentang sakit gondongan ini termasuk gejala, penyebab, cara penyembuhan dan pencegahannya. Keesokan harinya saya pun membawa Kenza ke dokter, alhamdulillah Kenza kooperatif. Biasanya denger kata dokter saja sudah berkaca kaca matanya, tapi kali ini dia nurut dan mau diajak ke dokter. Well, emang saya iming imingi donat sih, hahaha.. (mureee). 

Ketika konsultasi dengan dokter dan saya menceritakan kronologis dari awal demam, lesu, kurang napsu makan hingga akhirnya ada pembengkakan dibawah telinga. Dokter pun sepakat dengan hasil analisa saya bahwa Kenza terkena gondongan atau mumps. Kalau saya rekap hasil analisa saya melalui Google dan penjelasan dokter, berikut ini rangkuman mengenai penyakit gondongan ini. 

Gejala
Demam selama 1-2 hari, disertai dengan menggigil. Baru ingat bahwa Kenza memang saat demam itu, dia minta diselimuti terus dan selalu merasa kedinginan. Padahal biasanya dia kuat banget sama dingin. Selain itu, ada juga anak yang perasakan pusing dan rahangnya sakit, otot nyeri-nyeri, rewel dan kurang enak badan. Nah symptom ini yang tidak ada pada Kenza, karena anaknya tetap aktif dan biasa saja. Gejala lainnya, anak jadi tidak napsu makan dan agak sulit membuka mulut. Ini Kenza banget waktu kemarin sakit, susah disuruh buka mulut untuk minum obat. Mungkin ia ngerasa sakit, tapi gk bilang. 

Penyebab
Gondongan ini disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui air liur atau air seni. Saya juga gak tahu deh bagaimana Kenza bisa terlular dan dimana. Ya namanya penyakit kan ya, sudah takdir Allah. Mau itu namanya ditularkan atau apapun itu, memang sudah Allah menggariskannya begitu kan. Jadi saya gak ambil pusing dimana Kenza tertular dan bagaimana. Fokusnya hanya penyembuhannya saja. Dibeberapa sumber Google pun penyebutkan bahwa kekurangan zai iodium juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. 

Cara Penyembuhan
Karena pada dasarnya gondongan ini disebabkan oleh virus, jadi ini termasuk salah satu penyakit yang sembuh dengan sendirinya walaupun tanpa obat. Perkuat saja antibodi anak dengan makanan bergizi, dokter pun menyarankan untuk memberi vitamin peningkat daya tahan tubuh seperti imunos, imboost, dll yang sejenis, juga paracetamol apabila masih demam. Dokter juga bilang bahwa gondongan itu pembengkakan di kelenjar air liur, jadi kalau mau bengkaknya cepat kempes harus banyak mengunyah, makanya dokter bilang agar Kenza boleh banyak makan permen karet, hahaha.. seneng deh Kenza. 

Pencegahan
Untuk mencegah gondongan,  bisa dengan melakukan vaksinasi MMR. MMR salah satunya untuk mencegah virus mumps. 

Masa inkubasi penyakit gondongan kurang lebih 2 minggu. Bengkaknya juga kempesnya agak lama, Kenza sudah seminggu tapi bengkaknya belum hilang juga, tapi sudah mengempis. Oh iya, pengobatan Kenza juga dibantu menggunakan Young Living Oil yang Lavender. Saya mendapat rekomendasi dari teman bahwa oil lavender ini bisa mengempiskan bengkak gondongan, dan alhamdulillah terbukti mengempis pakai minyak ini. Selama masa penyembuhan, ya terpaksa Kenza harus banyak istirahat di rumah, tidak ke sekolah walaupun dia udah kangen sekolah dan teman-temannya, tidak ke mal, jadi main aja deh dirumah. Nah PR nya adalah menjaga Nafla supaya jangan sampai ketularan. Tapi dari beberapa sumber bilang bahwa anak dibawa 2 tahun jarang yang terkena gondongan karena antibodinya masih bagus, wallahu alam.. aamiin aamiin yra. Doakan Kenza lekas pulih 100% ya tante-tante.

Monday, January 11, 2016

ORORI, A Jewelry is for Everyone

Assalamualaikum, 

Wanita mana yang tidak suka perhiasan? apa ada? kalau saya, termasuk yang kurang suka memakai perhiasan tapi suka logam mulia, hahaha.. Tapi dari dulu saya suka sekali pakai cincin, dan termasuk yang sangat awet kalau pakai cincin. Ibu saya suka sekali perhiasan, dan sering menularkan hobbynya itu ke saya namun seringkali mental karena saya kurang suka. Makin kesini, makin mikir kalau ada uang sedikit demi sedikit, daripada dibelanjakan untuk hal-hal hedon yang kurang perlu lebih baik uangnya dibelanjakan sesuatu yang bisa dijadikan investasi juga. Apa ya kira-kira? ya perhiasan. Sudah pernah dengar ORORI