Thursday, September 14, 2017

A KL a Day May Wipe Your Sorrow Away

Assalamualaikum, 

Well it was a spontaneous trip for us three, ya biasa lah.. yang dadakan seringkali jadi, iya ga? Jadi ceritanya berawal dari Fika yang baru saja program IVF yang qadarullah hasilnya masih belum seperti yang ia dan suami inginkan, tapi yakin itu yang terbaik dari Allah. Trus Fika tiba-tiba ngajak saya liburan, "Mam, mau ga temenin gw liburan? kita ke KL.. semalem aja.. mumpung gue dibolehin.." Wahh.. dengan dalih mau nemenin Fika refreshing, saya langsung iya in aja.. lagi-lagi rahasia umum kalau destinasi liburan favorit saya (so far) ya KL.. karena dekat, gak mahal-mahal amat, gak ribet visa dll, dan disana pun apa-apa harganya mirip lah kaya di Jakarta. Waktu saya meng iya kan ajakan Fika, saya belum ijin tuh sama Apap.. Baru deh pas malemnya Apap sudah pulang kantor,lagi santai.. mulai deh keluarin jurus-jurus rayuan, bujukan, beeeeppppppp ******* sampai akhirnya Apap pun mengijinkan dengan catatan pas weekend. Udah kaya dapat angin sorga, langsung deh saya sama Fika cari tiket, dan langsung booking.. Kami naik AirAsia dengan flight paling pagi, kemarin tuh PP kurang lebih 1,5juta sudah include bagasi 20 kg untuk pulangnya dan meal. Tadinya kami mau bertiga sama Ola, tapi Ola kan baru punya bayi, agak sulit untuk both ngajak atau ninggalin bayinya. Nah pas seminggu sebelum berangkat, kami sempet ngomong di group kalau saya dan Fika mau ke KL berduaan. Ternyata si Fitri Aulia mau ikut juga, jadi yaudah.. jadilah kami bertigaan.. Tiga Dara Mencari.. Mencari apa ya? Mencari enak aja deh.. 

Saturday, September 9, 2017

Tanda Bahaya Kecakapan Anak

Assalamualaikum,

Sudah kewajiban kita sebagai orang tua untuk terus mengawasi dan membimbing tumbuh kembang anak-anak. Dan sudah merupakan tanggung jawab kita juga untuk terus memberikan stimulasi demi tumbuh kembang si Kecil. Jenis stimulasi yang dapat kita berikan antara lain meliputi stimulasi Akal, Sosial dan Fisik. Mari kita bahas satu persatu.

Stimulasi Akal dapat kita lakukan dengan memberikan kegiatan yang mempu merangsang daya kerja otak si Kecil. Contohnya memberikan mainan yang mengasah kreatifitas berfikir, menganalisa dan problem solving seperti puzzle, Lego, permainan balok dan lain-lain. Dengan begitu, si Kecil dapat terbiasa menghadapi masalah dan mampu mengatasinya sendiri. Selain itu daya imajinasi dan kreatifitasnya juga terasah dengan permaianan seperti ini. Kenza paling suka deh kalau sudah diberi stimulasi akal, dia senang sekali main Lego dan menggambar. Dan untuk mendukung kesenangannya itu, baru baru ini saya daftarkan les robotik. Tentunya dengan tingkat belajar yang sesuai dengan usia Kenza sekarang ya. Saya juga gak mau kalau Kenza nantinya terbebani, dan alhamdulillah Kenza enjoy banget ikut les ini, saya nya pun ikut senang.

Stimulasi Sosial dapat kita lakukan dengan memberikan kegiatan yang mendorong si Kecil untuk bekerja sama dalam kelompok. Atau as simple as bermain bersama sepupu-sepupunya atau teman-teman sepermainanya. Tidak sedikit kan ya anak yang gak mau mainannya dipinjam teman atau sekedar share Lego yang lagi dia mainkan ke temannya. Well, termasuk anak saya juga sih.. heuhehe.. Padahal bermain bersama, sangat sangat bisa merangsang si Kecil untuk berlatih bersosialisasi, berinteraksi, memimpin, mendengarkan orang lain, toleransi dan lain sebagainya. Rangsangan ini agaknya penting untuk anak-anak agar mereka dapat belajar menghargai orang lain. Kalau saya, biasanya mengajak anak-anak untuk playdate bersama teman-teman sekolahnya atau mengundang sepupu/ temannya untuk main dirumah. Dengan begitu, Kenza dan Nafla bisa belajar berbagi mainan dengan orang lain, dan bermain bersama.

Nah yang ketiga adalah Stimulasi Fisik, which sebenarnya gak harus di stimulasi khusus juga anak-anak sudah terstimulasi dengan sendirinya. Anak-anak senang sekali bergerak, ya melompat, berlari, main lempar tangkap. Nah kurang lebih stimulasi yang seperti itu lah yang harus kita berikan pada anak-anak untuk merangsang tumbuh kembang motoriknya.

Hari Minggu yang lalu, saya dan suami datang ke seminar Smart Parenting Workshop yagn diadakan oleh ParentingClub.co.id bertajuk "Kenali Perilaku Anak Di Usia Pra Sekolah". Pas banget judulnya dengan yang aku hadapi setiap harinya, 2 anak di usia pra sekolah yaitu 3-6 tahun. Yang menarik, di seminar tersebut disampaikan juga nih soal stimulasi-stimulasi yang saya sebutkan diatas, Akal, Sosial dan Fisik. Selain bentuk stimulasi yang diberikan, disampaikan juga mengenai Tanda Bahaya dari setiap kecakapan.

Monday, August 28, 2017

Outdoor Playdate with ELC

Assalamualaikum,

Moms, suka ngerasa gak sih kalau anak-anak kita kurang aktivitas di luar ruangan (outdoor)? Coba deh bandingin dengan masa kecil kita dulu, kayanya dulu lebih banyak aktivitas terutama permainan yang kita lakukan diluar ruangan (outdoor). Dan ngerasa juga ga Moms kalau anak-anak cenderung jadi gampang sakit, apa itu karena jarang kena sinar matahari? Kalau saya jujur ya, emang agak jarang ngajak anak-anak main di outdoor karena takut mereka kepanasan. Padahal mah itu alasan saya saja, yang gak mau kepanasan. Jadi paling ujung-ujungnya cuma ngajak anak-anak main di kamar, ya main Lego, atau mewarnai, dan lain-lain. Saya juga sangat meminimalisir penggunaan gadget untuk anak-anak. Paling mereka bisa main gadget pada saat makan, yang mana sekarang sudah saya tarik juga pelan-pelan dan alihkan mereka ke kegiatan lain. Selain itu, saya masih agak kagok dengan jenis permainan apa saja yang harus saya siapkan untuk anak-anak disaat bermain outdoor.